Pages

Selasa, 17 September 2013

SMA 2 kudus angkat musik keroncong

Selasa, 02 Juli 2013 - 12:08:38 WIB
SMA2 Kudus Angkat Musik Keroncong
Diposting oleh : admin
Kategori: News of SMADA - Dibaca: 75 kali


MENGENAL dan mencintai budaya bangsa tidak harus dengan banyak teori. Cukup membuktikannya dengan tindakan nyata. Seperti yang dilakukan remaja-remaja yang tergabung dalam Komunitas Keroncong SMA2 Kudus.
Shinta Andrea, anggota komunitas, menuturkan, bermain musik keroncong tidak hanya sekadar mengisi waktu luang setelah sibuk dengan aktivitas akademik di sekolah. Menurutnya, aktif dalam komunitas ini membanggakan karena keroncong merupakan musik Indonesia dengan berbagai kekhasan budaya bangsa ini.
''Ini musik khas yang perlu diangkat karena sudah jarang ada yang meneruskan, terutama anak muda,'' ujarnya. Laksana, pembimbing Komunitas Keroncong SMA 2 Kudus mengungkapkan, keroncong sebenarnya merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang baru terbentuk. Namun, ternyata sudah ada sembilan siswa yang tertarik dalam komunitas ini.
''Sebenarnya ini baru beberapa bulan terbentuk. Awalnya saya khawatir jika tidak dapat anggota. Tapi, ternyata lumayan juga yang gabung,'' ungkapnya. Tahap Awal Untuk tahap awal, beberapa lagu yang sering dibawakan adalah "Langgam Lenggang Surabaya" dan "Langgam Bengawan Solo". Targetnya, beberapa lagu dari berbagai jenis keroncong bisa dibawakan. Mulai dari keroncong asli, keroncong langgam, dan stambul.
''Harapan kami, semua lagu bisa dibawakan. Tapi tentu membutuhkan waktu,'' tandas Laksana. Walau terbilang baru, Laksana menegaskan, komunitas ini memiliki target dapat dikenal masyarakat secara luas. ''Untuk tahap awal ini kami tampil di acara perpisahan sekolah. Tapi kami yakin, nanti bisa memperkenalkan musik keroncong di kancah internasional,'' harapnya. (Septina Nafiyanti- 57,88)

Sumber :
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/07/02/229504/SMA2-Kudus-Angkat-Musik-Keroncong

Senin, 26 Agustus 2013

Biodata

Nama : Alfan Ariwibowo
Sekolah : SMA 2 Kudus
TTL : Jepara, 28 Juli 1997
Twitter : @Alfanari28

Sejarah musik Keroncong


Sejarah Musik Keroncong
5 May 2013 09:55:01
kelompok Orkes Keroncong tengah berlatih menjelang hari Pertunmjukan
A. Sejarah Musik Keroncong

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa musik keroncong itu adalah musik yang dibawa oleh pelaut Portugis. Tetapi ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai hal ini, misalnya seperti yang dinyatakan oleh Andjar Any.

Pada tahun 1969, Andjar Anny (tokoh musik, pengarang lagu, penulis) bertemu dengan Antonio Plato da Franca (konsul Portugal). Pada saat itu Andjar Any bertanya kepada sang konsul – apakah di Portugal ada musik keroncong, atau musik sejenis yang melahirkan musik keroncong? - Dan jawaban sang konsul adalah – tidak ada. Jangankan lagi yang berbentuk keroncong, yang diperkirakan mirip keroncong saja tidak ada.-

Maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa musik keroncong itu bukan musik impor, paling tidak merupakan musik adaptasi nenek moyang kita terhadap musik yang datang dari luar. Kalaupun asing, yang asing adalah alat-alatnya saja. Bentuknya merupakan hasil karya nenek moyang kita. Bahkan perihal alat musik yang digunakannya bukan hanya seperti yang kita kenal sekarang, tetapi hal ini merupakan proses evolusi yang sangat panjang. (Andjar Any, Musik Keroncong Musik Nusantara, 1983).

Sebelum muncul lagu keroncong bahkan sebelum alat musik khas keroncong, yaitu ukulele, kata keroncong sebenarnya sudah ada, antara lain muncul dalam beberapa hal tersebut di bawah ini:

Wanita Indonesia kerap menggunakan perhiasan emas ataupun perak. Salah satu diantaranya adalah gelang yang disebut gelang keroncong, yaitu gelang yang terbuat dari emas atau perak terdiri dari 10 sampai 15 gelang tipis. Apabila pemakainya berjalan sambil melenggangkan tangannya maka akan terdengar bunyi seperti alat musik yang sekarang disebut keroncong.

Ada wayang orang, terdapat juga kata keroncong, yaitu untuk menamakan gelang yang dipakai oleh tokoh-tokoh wayang, baik oleh pria maupun wanita.

Dari sini menunjukkan bahwa kata keroncong telah lama dikenal oleh bangsa Indonesia sebelum munculnya alat musik atau lagu keroncong. (Achmad, Kriteria Musik Keroncong, 1983)

Sedangkan alat musik itu sendiri diperkirakan datangnya dari kepulauan Hawai kurang lebih pada abad ke 16. Sehingga sampai kepada lagu yang diiringi alat musik tersebut, maka lagu itupun dinamakan lagu keroncong. Demikianlah musik keroncong ini berkembang dari abad ke abad dan diterima sebagai musik Indonesia.

Dalam sejarah, alat musik ukulele ini dibawa oleh armada Portugis (1512) pimpinan Alfonso d’Alburqueque ke kepulauan Maluku. Bunyi alat musik dan nyanyian para pelaut ini dirasa aneh oleh para pribumi, karena mereka terbiasa dengan bunyi pentatonic. Mereka berusaha untuk menirukannya, tetapi terbentur suatu kenyataan bahwa cengkok serta gaya musik tradisional sangat mempengaruhi penyajian musik para pribumi itu. Inilah yang kemudian menjadi embrio musik keroncong.

Bagi bangsa Indonesia, nama itu ada maksud dan ada tujuannya. Alat musik gong disebut sebagai gong karena kalau dipukul menghasilkan bunyi “gooooooong”. Dinamakan kenong, karena kalau dipukul akan berbunyi “nooong”, atau kethuk yang jika dipukul akan berbunyi “thuk”. Nah untuk keroncong sendiri karena ada alat musik ukulele/ cuk/ krung yang kalau di bunyikan akan menghasilkan bunyi “crung”.

Lalu apakah keroncong itu?

Paling tidak ada tiga hal yang berkaitan dengan keroncong, yaitu:

1. Alat musik yang bernama keroncong, yaitu ukulele/ cuk/ krung,

2. Lagu keroncong, yaitu jenis lagu yang mempunyai batasan-batasan tertentu. Salah satu contoh adalah batasan birama (baar) berjumlah 28, dengan kord yang sama meskipun berlainan lagunya. Lagu ini terbagi menjadi 3 bagian. Bagian A terdiri dari 7 birama, kemudian interlude 3 birama, disusul bagian B yang terdiri dari 10 birama, dan bagian C yang terdiri dari 8 birama.

3. Irama keroncong, yaitu sebuah irama yang mempunyai suara khas pada rythme, hasil dari petikan ukulele ditambah suara kendang dan petikan cello.

Pada mulanya irama keroncong hanya untuk mengiringi lagu keroncong, tetapi pada perkembangannya juga untuk mengiringi lagu langgam, stambul dan lagu jenis yang lain, misalnya campur sari.

Pada mulanya juga musik keroncong bercirikan alat musik kerroncong/ ukulele, tetapi pada perkembangannya alat musik ini tidak harus ada.

B. Bentuk Lagu dan Penggolongan Musik Keroncong

Meskipun semua lagu dapat diiringi dengan irama keroncong, tetapi secara spesifik ada beberapa jenis lagu yang sangat erat dengan irama keroncong, yaitu:

1. Lagu keroncong, contohnya adalah lagu "Keroncong Moritsku" (n.n), "Meratap Hati" ( Mardjokahar). Apabila dimainkan secara asli, akan dimulai dengan intro solo biola atau flute atau gitar dengan mengambil potongan melodi klasik. Demikian juga interludenya. Sedangkan untuk koda adalah Tonika – Sub Dominan – Dominan – Tonika. Birama (baar) berjumlah 28, dengan kord yang sama meskipun berlainan lagunya. Lagu ini terbagi menjadi 3 bagian. Bagian A terdiri dari 7 birama, kemudian interlude 3 birama, disusul bagian B yang terdiri dari 10 birama, dan bagian C yang terdiri dari 8 birama. Selain itu juga ada yang memainkan keroncong ini dengan 14 birama.

2.Langgam Keroncong, contohnya lagu "Bengawan Solo" (Gesang), "Telaga Sarangan" (Ismanto). Terdiri dari 32 birama dengan susunan bagian AABA, dimana bagian B adalah refrain. Dalam hal kord, tidak terbatas pada kord yang sama. Sedangkan untuk kodanya adalah Tonika – Dominan – Tonika.

3. Stambul. Kata stambul berasal dari kata Istambul, yaitu pada saat datangnya rombongan opera Istambul, yang kemudian musik opera itu digabung dengan musik keroncong asli sehingga menhasilkan keroncong stambul. Keroncong stambul terdiri dari:

a. Stambul I, contohnya lagu Terang Bulan, Potong Padi. Ciri permainannya dimulai dengan Tonika. Terdiri dari 8 birama yang dinyanyikan 2 X 8 birama, dengan kata-kata yang umumnya berupa pantun.

b. Stambul II, contoh lagu "Kenangan" (Sapari & WS Nardi), "Kecewa" (Samsidi). Permainannya dimulai dengan solo vocal, kemudian disusul musiknya dengan kord Sub Dominan. Biasanya terdiri dari 18 birama, kodanya Tonika – Sub Dominan – Dominan – Tonika. Terdiri dari 16 birama, yang dinyanyikan 2 X 16 birama, dengan syair berupa pantun.

c. Stambul III, contohnya lagu Sarinah, Keroncong Kemayoran. Merupakan campuran antara lagu stambul dan keroncong. Harmoni dimulai dengan kord Dominanseptim lalu beralih ke Tonika, kadang-kadang sebagai pemanis juga memakai Dubbledominan.

4.Gambang Kromong. Contoh lagu "Jali-Jali". Berciri tempo cepat, syairnya berbentuk pantun.

5.Langgam Jawa. Contoh lagu "Yeng Ing Tawang" (Andjar Anny). Bercirikan notasi pentatonic dan berbahasa jawa.

Pada mulanya instrument musik keroncong terdiri dari : 1. Gitar, 2. Ukulele 3. Banjo 4. Biola 5. Seruling/ flute 6. Mandolin 7. Rebana (Jawa Barat) atau Jidor (Jawa Tengah dan Jawa Timur).

Dalam perkembangan berikutnya terdiri dari 1. Biola 2. Seruling 3. Gitar 4. Cello 5. Bass 6. Banjo 7. Ukulele, yang kemudian pada perkembangan berikutnya ditambah dengan alat musik keyboard dan juga ada kalanya diberi variasi dengan campuran alat musik gamelan.

C. Evolusi dan Revolusi Musik Keroncong

Kurun waktu panjang telah menjadikan perubahan dari musik keroncong, terutama sekali pada alat musiknya dan akhirnya pada bentuknya pula. Dimulai dengan ukulele pada saat masuknya para pelaut Portugis dan seiring dengan masuknya agama Islam, maka alat musik rebana juga masuk dalam golongan alat musik keroncong. Selain itu terdapat pula alat musik mandolin. Bentuk ini bertahan hingga abad 19.

Pada dasawarsa abad ke 20, munculah berbagai orkes seperti Lief Java yang didirikan oleh Wang Suwandi (1922), yang disusul oleh orkes Melayang, Monte Carlo, dan Doodskoppen. Ada beberapa daerah sebagai tempat berkembang suburnya musik keroncong, yang paling utama adalah Solo dan juga Jakarta (daerah Tugu). Pada jaman itu keroncong masih menuju ke bentuknya.

Pada tahun 1930-an mulai ada penambahan melodi harmonica bahkan juga sempritan burung. Baru secara bertahap muncullah biola sebagai melodi.

Pada tahun 1930-an juga, Sastrodirono mengadakan revolusi keroncong dengan mengganti rebana dengan petikan gitar. Hingga pada tahun 1934, Tjok Shinsu menggantikan gitar dengan cello yang dipetik secara pizzicato (thumb stick). Sapari termasuk mengadakan revolusi dengan mengganti fungsi mandolin dengan gitar tetapi tidak membawa melodi pokok, tetapi berupa contra point yang terus bergerak lincah dari awal hingga akhir lagu. Baru pada tahun 1940-an.

Dalam hal lagu juga terjadi revolusi lagu keroncong. Semula syair lagu keroncong berupa pantun melayu atau parikan jawa. Tetapi pada tahun 1935 terjadi perubahan besar dalam hal syair, yaitu dengan munculnya lagu "Rindu Malam".

Pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia, keroncong yang semula adalah musik kelas bawah menjadi naik derajat karena pada waktu itu segala yang berbau Barat dilarang oleh pemerintah pendudukan Jepang. Pada saat itu tak terjadi perubahan alat musik, tetapi ada perubahan dalam cara petikan, antara lain cara petik cello yang semula seperti bunyi kendang dalam gamelan berubah menjadi seperti sekarang ini. Lalu ukulele yang semula hanya berfungsi sebagai rhythm menjadi bermelodi.

Dengan adanya angin segar dari penguasa pendudukan Jepang, maka bermunculanlah seniman-seniman keroncong, antara lain Samsidi, Gesang, Maryati, Suprapti. Pada saat itu terciptalah lagu-lagu antara lain: "Bengawan Solo" (Gesang), "Pulau Jawa", "Swadesi" (Mardjokahar/ Kamajaya).

Pada jaman kemerdekaan Indonesia, yang pada saat itu masih terjadi perang disana-sini, maka lahirlah lagu-lagu keroncong dengan tema perjuangan. Tokoh-tokoh keroncong pada saat itu antara lain: Kusbini, Amirah, Maladi, Mardjokahar, dan Samsidi.

Setelah Belanda meninggalkan Indonesia tahun 1950, maka keroncong mendapat tempat utama diatas musik yang lain. Munculah penyanyi-penyanyi legendaris, antara lain: Ismanto, Waldjinah ( menjadi juara festival/ bintang radio yang diadakan oleh RRI pada tahun 1959), S Dharmanto, Ping Astono.

Pada tahun 1960-an, timbulah fenomena baru, dengan hadirnya irama langgam jawa, yang dipelopori oleh Andjar Any ("Yen Ing Tawang"), yang diikuti oleh S Dharmanto ("Lara Branta") dan juga Ismanto ("Wuyung"). Irama inilah yang kemudian mendominasi musik keroncong. Pada saat itupun munculah kelompok Tetap Segar yang dipimpin oleh Jendral Pirngadi yang menggunakan alat-alat musik elektrik dalam memainkan musik keroncong.

Tetapi seiring dengan berkuasanya orde baru, akhirnya keroncong mengalami kemunduran, karena belantika musik dikuasai oleh musik dangdut, pop, rock, dan lain-lain. Perubahan yang ada adalah masuknya alat musik keyboard.

Baru setelah tahun 1990-an, keroncong seolah lahir kembali dengan munculnya musik campur sari sebagai kelanjutan keroncong tetapi dengan corak yang baru, baik dari segi alat musiknya, cara penyajiannya, syairnya.

Contohnya adalah lagu "Stasiun Balapan" yang dinyanyikan Didi Kempot. Selain itu keroncong juga coba dipadukan dengan berbagai jenis musik, baik pop, dangdut, rock dan sebagainya. Contohnya keroncong dipadukan dengan musik rock dan rap oleh Bondan Prakoso dengan "Keroncong Protol"-nya.

tulisan diambil dari blog: http://njowo.multiply.com/journal998/item/

Daftar Pustaka
Achmad, Kriteria Musik Keroncong, 1983
Any, Andjar , Musik Keroncong Musik Nusantara, 1983 

Gita Gutawa

6 Penyanyi Indonesia Masuk World Music Awards

Edi Hardian - Okezone
Browser anda tidak mendukung iFrame
Senin, 26 Agustus 2013 17:41 wib
Gita Gutawa (Foto: Johan/okezone)
Gita Gutawa (Foto: Johan/okezone)
JAKARTA - Penyanyi Agnes Monica rajin nongol di ajang penghargaan untuk artis-artis yang digelar di luar negeri. Tak aneh juga jika nama Agnes kembali masuk nominasi World Music Awards di kategori World Best Female Artist (WBFA), sama seperti tahun lalu.

Selain Agnes, nama-nama penyanyi Indonesia lainnya yang masuk kategori yang sama, yakni Raisa, Gita Gutawa, Anggun Cipta Sasmi dan Krisdayanti. Kompetisi ini menentukan pemenang berdasarkan pilihan masyarakat melalui situs worldmusicawards.com.

Penyanyi Anggun memang sudah menjadi warga negara Prancis. Namun, kecintaannya kepada Indonesia dan menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, gak salah dong jika juri X Factor Indonesia ini dianggap sebagai sebagai penyanyi Indonesia.

Di kategori WBFA, ada 120 artis dari seluruh dunia yang akan berkompetisi ketat meraup suara dari penggemarnya. Sebut saja Adele, Alicia Keys, Ariana Grande, Avril Lavigne, Ayumi Hamasaki, Beyonce, Britney Spears, Carly Rae Jepsen, Carrie Underwood, Celine Dion, Christina Aguilera, Demi Lovato, Dido, IU, Jennifer Lopez, Katy Perry, Kesha, Lady Gaga, Madonna, Mariah Carey, Nicki Minaj, Rihanna, Rita Ora, Selena Gomez, Siti Nurhaliza, Taylor Swift, dan lainnya.

Sedangkan untuk artis pria, Indonesia diwakili oleh penyanyi Afgan yang masuk kategori World Best Male Artist. Dia akan bersaing dengan artis dunia, seperti Adam Lambert, Akon, Avicii, Bruce Springsteen, Calvin Harris, Chris Brown, Bruno Mars, Christian Bautista, David Bowie, David Guetta, Eminem, Ed Sheeran, Justin Bieber, Junho, Keith Urban, Kid Rock, dan lainnya.

Cara menyanyi Yang benar

Teknik Bernyanyi Yang Baik Dan Benar
Saat ini banyak sekali ajang-ajang pemilihan bakat dalam musik khususnya bernyanyi, bernyanyi memang merupakan suatu hoby yang menjadi tren saat ini. Kita tidak hanya dapat menyalurkan hoby saja, tetapi dapat pula dijadikan pekerjaan yang menyenangkan dan menghasilkan pundi-pundi keuangan.

perlu diketahui semua orang dapat bernyanyi. Namun, tidak setiap orang bisa menghasilkan suara yang merdu dan disenangi oleh pendengar. jika kita ingin menjadi seorang penyanyi atau ingin dapat bernyanyi dengan baik dan benar ada baiknya kita mengenal teknik vokal yang baik dan benar agar nyanyian pun enak didengar.

Teknik vokal merupakan cara memproduksi suara yang baik dan benar sehingga suara yang keluar terdengar jelas, merdu, nyaring, dan indah.

Jika Anda tengah di atas panggung, janganlah terlalu terbawa suasana. Terbawa arus teriakan penonton terkadang membuat konsentrasi buyar dan kerap menghasilkan suara yang ngambang serta napas terengah-engah karena grogi atau malah rasa percaya diri berlebih. Dengan demikian, teknik vokal yang benar pun terlupakan.

Unsur-Unsur Teknik Vokal

Dalam bernyanyi, Anda harus memperhatikan artikulasi atau cara pengucapan kata demi kata dengan baik dan jelas. Dalam bernapas pun, udara yang sebanyak-banyaknya Anda kumpulkan haruslah dikeluarkan secara perlahan dan tidak boleh boros. Udara dihirup melalui hidung, lalu disimpan. Kemudian, dikeluarkan melalui mulut sedikit demi sedikit dan jangan terputus-putus.

1. Pernapasan

Pernapasan dada cocok untuk penyanyi yang mudah lelah dan bermain di nada-nada rendah. Jika menggunakan pernapasan perut, udara akan cepat habis dan Anda akan merasa kelelahan. Pernapasan perut ini kurang cocok jika diterapkan dalam bernyanyi.

Pernapasan diafragma sangat menunjang kesuksesan membawakan sebuah lagu. Pernapasan ini dibilang cocok untuk bernyanyi karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyaipower, dan stabilitas vokal yang baik. Udara yang dikumpulkan disimpan di antara dada dan perut dan dikeluarkan secara perlahan.

2. Penggalan Kalimat

Teknik vokal yang benar pun dipengaruhi oleh pemenggalan kalimatpada lirik lagu. Ada yang dinamakan phasering, yaitu aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti serta sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Seorang penyanyiprofesional akan berpikir apakah audiens mengerti dengan apa yang Anda ucapkan atau sebaliknya.

3. Posisi Bernyanyi

Anda bisa menentukan posisi bernyanyi sesuai dengan kenyamanan. Namun, jangan sampai posisi badan Anda malah menghambat kelancaran teknik pernapasan. Anda bisa sambil duduk, berdiri, atau sambil terbang karena diusungnya tema terentu. Yang penting saluran pernapasan jangan sampai terganggu.

4. Vibrato

Seorang penyanyi berkewajiban untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi atau bergetar di sekitar mulut dan tenggorokannya. Yang demikian itu dinamakan resonansi. Selain itu, ada yang disebut vibrato, yaitu memberi gelombang atau suara bergetar secara teratur agar suara terdengar lebihindah. Vibrato biasanya diterapkan di akhir sebuah kalimat lagu.

5. Improvisasi

Jika merasa monoton dalam memainkan nada-nada, Anda dapat berimprovisasi, yaitu memberikan warna baru pada sebuah lagu dengan mengubah maupun menambah sebagian melodi lagu tanpa mengubah melodi pokoknya. Improvisasi ini hendaknya dilakukan dengan profesional agar lagu pun terdengar lebih indah.

6. Intonasi

Tinggi rendahnya suatu nada pun harus dijangkau dengan tepat. Dalam teknik vokal, hal ini disebut intonasi. Intonasi ini akan terbentuk jika Anda memiliki rasa musikalitas tinggi, selalu mengontrol pernapasan serta pendengaran yang baik. Teknik vokal yang benar memang tidakmudah. Namun, jika Anda bisa menaklukannya, para penikmat lagu pun akan terpukau dengan apa yang Anda bawakan.

Demikian adalah beberapa hal yang harus anda perhatikan disaat bernyanyi, semoga dapat bermanfaat bagi anda yang membaca artikel ini. Bernyanyi yang baik tidak selalu identik dengan nada tinggi, asalkan kita menggunakan teknik vokal yang baik dan benar meskipun kita bernyanyi dengan nada rendah pasti akan enak didengar.
 

cursor

Superman Logo Pointer

Blogroll